Belum lama ini saya membaca artikel tentang psikolog-psikolog dari inggris yang meneliti perilaku para pengguna Blackberry yang digunakan secara terus menerus (bisa dibilang setiap saat lah ya..) , bahwa perangkat ini bisa meningkatkan stress seseorang dan memungkinkan untuk dapat menurunkan produktivitas…benarkah seperti itu?
Saya Pribadi adalah seorang yang menjadi pengguna Blackberry juga hingga saat ini, dan apa yang dipaparkan dibawah ini pun saya pernah merasakannya, terkadang memang sangat kerasa juga sih kalau kita bisa sampai melupakan sosialisasi yang sebenarnya. Namun untuk lebih jelasnya, baca dulu deh dibawah ini:
Terdapat macam-macam pengguna Blackberry…ada yang pengguna tingkat tinggi (sangat sering mengunakan blackberry)dan ada juga pengguna tingkat rendah (yang membuka blackberry untuk keperluan tertentu). Biasanya pengguna tingkat tinggi menggunakan Blackberry-nya kapanpun dan dimanapun agar selalu tetap terjaga/update hingga malam hari dan hingga akhir pekan, sedangkan pengguna tingkat rendah umumnya mengalokasikan waktunya hanya untuk kepentingan-kepentingan tertentu seperti merespon e-mail,ber-sms maupun menelpon.
Terkadang pengguna Blackberry tingkat tinggi tidak berarti mereka memiliki efisiensi menyangkut pekerjaannya , contohnya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan (entah mengetik,mengirim email untuk client,dll) seharusnya cuman butuh waktu misalkan sekitar 15 menit tetapi untuk user tingkat tinggi ini terkadang jadi bisa 3 kali lebih lama karena memantau blackberry-nya (saya pernah merasakannya :p) , sehingga efek dari gangguan-gangguan itu dapat menciptakan kecemasan seperti pekerjaan yang tidak selesai seperti seharusnya dan bisa menciptakan stress secara individual.
Bahkan lewat survey dan penelitian tersebut didapati bahwa para pemakai blackberry ini terkadang mereka bisa-bisa tidak memperhatikan pasangan mereka ataupun orang yang sedang berbicara dengannya ketika dia sedang menggenggam blackberry-nya.
Amir Khaki dari AK Consulting memberikan saran kepada para karyawannya untuk melakukan pembatasan pemakaiannya selama 12 jam saja dalam sepekan, dan pada tingkat pribadi, khaki memberikan nasihat “pada awal setiap tugas, matikan! Gangguan tidak membantu orang untuk melakukan sesuatu menjadi lebih baik, lebih cepat ataupun kualitas lebih tinggi.”
Salah satunya mungkin dari pengguna tingkat tinggi ini adalah makin banyaknya eksekutif yang menemukan garis kabur antara pekerjaan dan waktu senggang, alias susah memisahkan dan memanage waktunya…serasa setiap kali waktu senggang terus..hehe :p
Seperti yang diungkapkan oleh Cary Cooper, seorang Psikologi dan kesehatan organisasi di universitas Lancaster Inggris Management School, bahwa ia mengatakan semua teknologi harusnya bisa mendukung cara bersosialisasi manusia, tapi sekarang malah jadi sebaliknya “Teknologi mengelola orang-orang daripada orang-orang mengelola teknologi”. Dan Cooper menambahkan “Gunakan Blackberry secara rasional,jika sedang berlibur, akses sekali saja setiap dua hari, jelaskan anda sedang berpergian dan akan merespon saat anda kembali.”
Nah,Bagaimana dengan Anda?…apakah anda pengguna blackberry tingkat tinggi atau pengguna blackberry yang biasa-biasa saja?
menurut saya pribadi, tidak ada yang salah dengan pemakaian blackberry asalkan anda bisa memposisikan dimana anda berada, apakah anda menggunakannya di waktu yang tepat?porsi yang seimbang dengan kehidupan nyata sosial anda?…semua pilihan itu ada di tangan anda, karena anda yang menentukannya ;)

